Kamis, 26 Mei 2016

Ranting Terindah



Harus dari manakah aku memulai menuliskan coretan hitam putih kisah ini? Aku tak tahu, banyak sekali kisah yang telah kita lalui. Banyak, sampai aku tak bisa lupakan semua itu.

Kau adalah satu satunya orang yang mengajariku tentang kehidupan, bagaimana menahan emosi, bagaimana untuk tegar, bagaimana untuk tenang, bagaimana bersikap dan menempatkan diri.. aku belajar untuk memaknai semua itu, dan sekarang aku merasakan semua pelajaran yang kau berikan…. Aku dapat tenang dikala yang lain merasa was-was.  Aku dapat tegar dikala yang lain cengeng. Dan aku dapat mengendalikan emosi dikala yang lain melepaskan emosinya. Aku kagum…. sekali lagi aku kagum padamu.

Aku kagum. Caramu yang membuatku yakin. Yakin jika suatu saat aku akan bahagia bersamamu. tapi sekarang hanya angan angan yang kugoreskan dihati. Angan angan itu akan jadi nyata nanti, akan jadi nyata jika sudah sampai dibatas waktu.

Aku suka.  Apakah aku salah? Itulah yang ada didalam benakku sekarang.. tak perlu kuutarakan apa yang aku suka dari dirimu.

Suara dan cara bicara itu yang akan kurindukan, ya akan kurindukan ketika kita nanti jarang berkomunikasi, kau akan sibuk dengan studimu, begitu juga aku. Aku akan mengejar cita citaku. Masih sama yaitu ke Cherry Blossom Tunnel… tempat yang paling indah yang pernah kuimpikan. dan aku harap itu akan bersamamu. jadi aku harus semangat belajar, aku janji semester ini ipk ku akan 3… tigaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!! Semangat..!!!

Aku tak akan pernah ingin melupakan semua rasa ini, melupakan semua kisah kisah yang telah kita lalui bersama, dan aku tak pernah ingin melupakannya. Walaupun dirimu yang memintaku. Walaupun kau yang memaksaku.

Kisah ini terlalu indah untuk ku lupakan… walaupun dibeli dengan satu bongkah berlianpun, aku tak akan pernah ingin. Kedengarannya lebay, tapi inilah adanya..

Terlihat jelas dari sikap itu, cara itu dan tatapan itu. Tergambar jelas bahwa kau sangat ingin bersamaku. Akupun sama. Aku juga ingin bersamamu. bersama untuk membangun syurga kecil yang kita impi- impikan selama ini. Dan aku tak ingin syurga ini hanya menjadi sesuatu yang fana untuk kita.

Aku tak akan pernah ragu. Tak akan pernah…. Aku tak salah… tak akan pernah salah, memilihmu untuk jadi imamku nanti. Imam yang selalu menjaga dan melindungi surga kecil yang kita bangun.

Fikiran ini menolak untuk melakukannya.. otak ini memberontak untuk melupakannya. Rasa itu memaksaku untuk tetap bersamamu.

Apa aku salah mengatakan semua ini? Bukan aku tak ingin mengatakannya langsung kepadamu, tapi cukuplah lewat coretan kecil ini kau akan tahu, bagaimana sebenarnya rasa itu berkecamuk didalam hatiku. Bagaimana rasa itu memaksaku, bagaimana rasa itu menjadi bayang-bayang disetiap langkahku. Dan bagaimana rasa itu menjadi bayang bayang disetiap pengembaraanku….

Rasa itu hanya terdengar seperti orang yang berbisik… Andai rasa itu dapat terdengar oleh telinga, pastilah akan kalah deburan ombak di pantai selatan dengan deburan ombak kerinduanku…

Banyak mimpi-mimpi yang ingin kurajut bersamamu. banyak. Dan tak cukup jika kutuliskan satu demi satu mimpi itu kedalam seribu meter kertas… tak akan cukup. Dan jika kutuliskan diatas samudera pun, rasanya tak akan pernah cukup..

Kau buatku jatuh cinta lagi. Kau buat hidupku berwarna, dan rasa manis yang ada didalam semua permen itu , sekarang berada didalam jiwaku. Bahagia, ya bahagia yang kurasakan sekarang.

Kau salah, jika kau mengira akulah orang yang menginginkan keadaan seperti ini. tapi keadaan itulah yang memaksa kita untuk berada diposisi yang berat ini. Aku tak pernah ingin berada didalam nya. Peraturan itu, bukan aku yang menciptakannya. Tapi keadaan seperti inilah yang seharusnya kita maknai dan kita nikmati.

Ingin semua lelah kulalui bersamamu, tapi belum saatnya. Karena keadaan inilah yang membuatku harus menunda syurga kecil kita dibangun.. kita harus mengumpulkan semua bahan bahan untuk membangunnya. kau dan aku. Kita harus mengumpulkannya. Ya kita harus sabar.

Kita harus mengumpulkan bahan bahannya, membangunnya dengan pondasi cinta ,menyusun kerangkanya dengan rasa sayang, lalu mengecatnya dengan warna warni kasih sayang , lalu memasang atapnya dengan kesetiaan. kemudian melindunginya dengan rasa saling percaya. Itulah syurga.

Jangan pernah lumpuhkan tekad, niat dan semangatku untuk bersamamu. jangan pernah sekalipun.

Pernahkah kau dengar cerita tentang “ranting”?
“disebuah desa, ada seorang ayah dan dua orang anak, yaitu anak pertama dan anak kedua. Pada suatu hari sang ayah menyuruh kedua anaknya masuk kehutan untuk mengambil  sebuah ranting yang menurut mereka terbaik, dengan syarat saat mereka menemukan ranting itu, mereka tidak boleh menggantikan ranting itu dengan ranting yang lainnya. Anak pertama masuk kehutan, dan ia menemukan sebuah ranting, tapi tidak diambil ranting itu, dia berfikir pasti didepan sana masih ada ranting yang lebih baik lagi, lalu ia berjalan terus,, terus .. dan ia menemukan ranting yang lebih baik dari pada ranting ranting yang sebelumnya, dia lanjut berjalan, dia telusuri hutan itu dan dia lihat banyak sekali ranting dan tanpa sadar ia sudah keluar dari hutan, tanpa membawa sebatang rantingpun. Dan saat bertemu ayahnya, anak pertama berkata “harusnya ada sebuah ranting yang ku ambil” sang ayah tersenyum. Sang ayah berkata “tentu nak, andai kita tahu kapan hutan itu akan berakhir”. Tidak lama kemudian anak kedua keluar, membawa ranting yang biasa saja, dan anak pertama itupun berkata. “aku banyak menemukan ranting yang lebih baik dari ranting yang dipegang anak kedua”. Dan ayahnya pun bertanya, “nak… kenapa kau pilih ranting itu, dan anak kedua berkata, “aku pilih ranting itu karena aku suka. Walaupun didepan sana banyak ranting yang lebih bagus”. Tapi dari rasa suka, dalam perjalanan timbullah rasa sayang. Dan saat dia keluar dari hutan, jatuh cintalah ia kepada ranting itu”

Begitupun aku. Aku jatuh cinta kepada ranting itu. Dan kau adalah ranting terindah yang pernah kutemui.

Jangan pernah hancurkan semua ini.

Dan jika ini adalah kopi terpahit yang pernah kita rasakan… percayalah….. Allah pasti memberikan kopi termanis yang pernah dicicipi. Percayalah……!!!!
Dan kuharap, kau lah ranting terakhir yang kujumpai... dan ranting terakhir yang akan menemani hidupku kelak... :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar