Harus dari
manakah aku memulai menuliskan coretan hitam putih kisah ini? Aku tak tahu,
banyak sekali kisah yang telah kita lalui. Banyak, sampai aku tak bisa lupakan
semua itu.
Kau adalah satu
satunya orang yang mengajariku tentang kehidupan, bagaimana menahan emosi, bagaimana
untuk tegar, bagaimana untuk tenang, bagaimana bersikap dan menempatkan diri..
aku belajar untuk memaknai semua itu, dan sekarang aku merasakan semua
pelajaran yang kau berikan…. Aku dapat tenang dikala yang lain merasa
was-was. Aku dapat tegar dikala yang
lain cengeng. Dan aku dapat mengendalikan emosi dikala yang lain melepaskan
emosinya. Aku kagum…. sekali lagi aku kagum padamu.
Aku kagum. Caramu yang membuatku
yakin. Yakin jika suatu saat aku akan bahagia bersamamu. tapi sekarang hanya
angan angan yang kugoreskan dihati. Angan angan itu akan jadi nyata nanti, akan
jadi nyata jika sudah sampai dibatas waktu.
Aku suka. Apakah aku
salah? Itulah yang ada didalam benakku sekarang.. tak perlu kuutarakan apa yang
aku suka dari dirimu.
Suara dan cara bicara itu yang akan kurindukan, ya akan kurindukan
ketika kita nanti jarang berkomunikasi, kau akan sibuk dengan studimu, begitu
juga aku. Aku akan mengejar cita citaku. Masih sama yaitu ke Cherry Blossom
Tunnel… tempat yang paling indah yang pernah kuimpikan. dan aku harap itu akan
bersamamu. jadi aku harus semangat belajar, aku janji semester ini ipk ku akan
3… tigaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!! Semangat..!!!
Aku tak akan pernah ingin melupakan semua rasa ini,
melupakan semua kisah kisah yang telah kita lalui bersama, dan aku tak pernah
ingin melupakannya. Walaupun dirimu yang memintaku. Walaupun kau yang
memaksaku.
Kisah ini terlalu indah untuk ku lupakan… walaupun dibeli
dengan satu bongkah berlianpun, aku tak akan pernah ingin. Kedengarannya lebay,
tapi inilah adanya..
Terlihat jelas dari sikap itu, cara itu dan tatapan itu.
Tergambar jelas bahwa kau sangat ingin bersamaku. Akupun sama. Aku juga ingin
bersamamu. bersama untuk membangun syurga kecil yang kita impi- impikan selama
ini. Dan aku tak ingin syurga ini hanya menjadi sesuatu yang fana untuk kita.
Aku tak akan pernah ragu. Tak akan pernah…. Aku tak salah…
tak akan pernah salah, memilihmu untuk jadi imamku nanti. Imam yang selalu
menjaga dan melindungi surga kecil yang kita bangun.
Fikiran ini menolak untuk melakukannya.. otak ini
memberontak untuk melupakannya. Rasa itu memaksaku untuk tetap bersamamu.
Apa aku salah mengatakan semua ini? Bukan aku tak ingin
mengatakannya langsung kepadamu, tapi cukuplah lewat coretan kecil ini kau akan
tahu, bagaimana sebenarnya rasa itu berkecamuk didalam hatiku. Bagaimana rasa
itu memaksaku, bagaimana rasa itu menjadi bayang-bayang disetiap langkahku. Dan
bagaimana rasa itu menjadi bayang bayang disetiap pengembaraanku….
Rasa itu hanya terdengar seperti orang yang berbisik… Andai
rasa itu dapat terdengar oleh telinga, pastilah akan kalah deburan ombak di
pantai selatan dengan deburan ombak kerinduanku…
Banyak mimpi-mimpi yang ingin kurajut bersamamu. banyak. Dan
tak cukup jika kutuliskan satu demi satu mimpi itu kedalam seribu meter kertas…
tak akan cukup. Dan jika kutuliskan diatas samudera pun, rasanya tak akan
pernah cukup..
Kau buatku jatuh cinta lagi. Kau buat hidupku berwarna, dan
rasa manis yang ada didalam semua permen itu , sekarang berada didalam jiwaku.
Bahagia, ya bahagia yang kurasakan sekarang.
Kau salah, jika kau mengira akulah orang yang menginginkan keadaan seperti ini. tapi keadaan itulah yang memaksa kita untuk berada diposisi yang berat ini. Aku tak pernah ingin berada didalam nya. Peraturan itu, bukan aku yang menciptakannya. Tapi keadaan seperti inilah yang seharusnya kita maknai dan kita nikmati.
Kau salah, jika kau mengira akulah orang yang menginginkan keadaan seperti ini. tapi keadaan itulah yang memaksa kita untuk berada diposisi yang berat ini. Aku tak pernah ingin berada didalam nya. Peraturan itu, bukan aku yang menciptakannya. Tapi keadaan seperti inilah yang seharusnya kita maknai dan kita nikmati.
Ingin semua lelah kulalui bersamamu, tapi belum saatnya.
Karena keadaan inilah yang membuatku harus menunda syurga kecil kita dibangun..
kita harus mengumpulkan semua bahan bahan untuk membangunnya. kau dan aku. Kita
harus mengumpulkannya. Ya kita harus sabar.
Kita harus mengumpulkan bahan bahannya, membangunnya dengan
pondasi cinta ,menyusun kerangkanya dengan rasa sayang, lalu mengecatnya dengan
warna warni kasih sayang , lalu memasang atapnya dengan kesetiaan. kemudian
melindunginya dengan rasa saling percaya. Itulah syurga.
Jangan pernah lumpuhkan tekad, niat dan semangatku untuk
bersamamu. jangan pernah sekalipun.
Pernahkah kau dengar cerita tentang “ranting”?
“disebuah desa, ada seorang ayah dan dua orang anak, yaitu
anak pertama dan anak kedua. Pada suatu hari sang ayah menyuruh kedua anaknya
masuk kehutan untuk mengambil sebuah
ranting yang menurut mereka terbaik, dengan syarat saat mereka menemukan
ranting itu, mereka tidak boleh menggantikan ranting itu dengan ranting yang
lainnya. Anak pertama masuk kehutan, dan ia menemukan sebuah ranting, tapi
tidak diambil ranting itu, dia berfikir pasti didepan sana masih ada ranting
yang lebih baik lagi, lalu ia berjalan terus,, terus .. dan ia menemukan
ranting yang lebih baik dari pada ranting ranting yang sebelumnya, dia lanjut
berjalan, dia telusuri hutan itu dan dia lihat banyak sekali ranting dan tanpa
sadar ia sudah keluar dari hutan, tanpa membawa sebatang rantingpun. Dan saat
bertemu ayahnya, anak pertama berkata “harusnya ada sebuah ranting yang ku
ambil” sang ayah tersenyum. Sang ayah berkata “tentu nak, andai kita tahu kapan
hutan itu akan berakhir”. Tidak lama kemudian anak kedua keluar, membawa
ranting yang biasa saja, dan anak pertama itupun berkata. “aku banyak menemukan
ranting yang lebih baik dari ranting yang dipegang anak kedua”. Dan ayahnya pun
bertanya, “nak… kenapa kau pilih ranting itu, dan anak kedua berkata, “aku
pilih ranting itu karena aku suka. Walaupun didepan sana banyak ranting yang lebih
bagus”. Tapi dari rasa suka, dalam perjalanan timbullah rasa sayang. Dan saat
dia keluar dari hutan, jatuh cintalah ia kepada ranting itu”
Begitupun aku. Aku jatuh cinta kepada ranting itu. Dan kau
adalah ranting terindah yang pernah kutemui.
Jangan pernah hancurkan semua ini.
Jangan pernah hancurkan semua ini.
Dan jika ini adalah kopi terpahit yang pernah kita rasakan…
percayalah….. Allah pasti memberikan kopi termanis yang pernah dicicipi.
Percayalah……!!!!
Dan kuharap, kau lah ranting terakhir yang kujumpai... dan ranting terakhir yang akan menemani hidupku kelak... :)
Dan kuharap, kau lah ranting terakhir yang kujumpai... dan ranting terakhir yang akan menemani hidupku kelak... :)



