Entah harus berkata apa, entah aku harus bahagia atau justru
sebaliknya, setelah kau utarakan perasaanmu yang mungkin selama ini kuragukan
kebenarannya, yang hanya kau simpan didalam toples cintamu, dan kau sembunyikan
sehinngga tak ada satupun yang tahu dimana kau letakkan toples itu. Setelah kau
ucap perasaanmu itu berderailah air mataku… dengan perasaan yang berkecamuk..
Bukankah sudah kukatakan cinta tidaklah buta, cinta itu
murni dan fitrah. Maka…. Jagalah kemurnian cinta ini. Entah aku harus bahagia
atau malah sebaliknya. Entah aku harus senang karena kita memilih untuk
menepikan semua ego yang kita miliki untuk menjaga kemurnian cinta kita ini..
atau malah sedih dengan keadaan yang seperti ini??
Kasih…
Aku tidaklah
setegar siti Khadijah dan tidaklah secantik Aisyah aku hanya gadis biasa yang
tidak sebanding dengan kebanyakan gadis yang lebih dulu mencintaimu. Tapi aku
adalah gadis biasa yang mempunyai impian yang sederhana, mimpi yang ingin
dicapainya bersama pemuda yang dicintainya..
Aku hanya
butuh kesederhanaan, kesederhanaan cinta, kesederhanaan dalam mencintai,
menyayangi dan memberi.. aku butuh separuh hati yang dapat menerimaku apa
adanya, menerimaku dengan ketulusan yang sederhana. Tanpa melibatkan ego dari
dalam diri kita masing masing. Bagiku itulah cinta yang sederhana……!!
Aku butuh
satu toples kasih sayang yang bercampur dengan manisnya cinta. Dan tuanglah
seluruh isi toples itu kedalam wadah kekosongan hatiku sehingga penuhlah seluruh
rasa manis kebahagiaan ini.
Jagalah cinta
yang murni dan fitrah ini. Janganlah kita kotori dengan kenyataan yang perih..
dan akan kujanjikan kita akan bersua disana, tempat yang kita impikan bersama. Takkan
berpaling hati ini. Andai aku sekuat dirimu pasti tidaklah berderai air mataku
ini. Seharusnya aku senang, bukannya sedih. Bukankah seharusnya aku bahagia
kasih..? seperti yang kau ucap saat itu, dan bukankah kau harus bahagia jua..??
apakah rindu ini ada obatnya?? Dapatkah pengobat rindu itu datang kepadaku??
Kau….. Kau adalah
orang yang sangat menginspirasiku... hidupku terasa berwarna dan terasa manis
jika bersamamu, bukan karena sesuatu yang kau beri untukku tapi karena
kerendahan dan kesederhanaan hatimu. Aku kagum….
Pantaskah aku
bahagia bila tidak bersamamu? Pantaskah kasih? Hatiku berbisik bahwa tak akan
pernah pantas aku bahagia bila itu tak bersamamu…
Jika kau
mengharuskanku untuk bahagia, kau harus berbahagia pula. Bersama impian yang
kita punya. Dan tak pantaslah jika kau bersedih. Akan ada hari esok yang siap
menanti senyummu, akan ada hari esok yang siap menanti ceriamu, akan ada hari
esok yang selalu dan selalu siap untuk menyambut kabahagiaanmu. Hapus sedihmu,
sekarang bukan waktunya untuk bersedih…. Tersenyumlah….cerialah….dan berbahagialah,
karena itulah ciri khas dari dirimu…!!!
Bukankah indah
jika kita lalui ini bersama kasih? Menghabiskan setiap hembus nafas bersama,
melabuhkan seluruh rasa cinta yang masih tersisa dihati kita..?? bukankah itu
terlihat indah kasih?? Hidup bersama dengan orang yang kita cintai. Orang yang tak akan mungkin
pernah kita lepas dari genggaman cinta kita?? Bukankah ini terlihat indah
kasih..?? andai kubisa memetik rasa
rindu yang kini membuatmu perih itu… pasti akan kupetik dan akan kubagi
bersamamu…!!! Sehingga dapat kita rasakan semua keperihan itu bersama sama.
Jika kau
bisa memerintahkankuu untuk bahagia, aku harus memerintahkanmu untuk berbahagia
jua..!!! rasa yang kini ada, biarlah mencabik cabik segelintir perasaanmu. Hingga
rasa itu habis tak tersisa secuilpun… secuilpun. Dan jika kau tak mampu melawan
rasa yang buas itu, maka biarkanlah rasa itu menggerogoti hatimu, sehingga tak
ada lagi tempat untuk bersembunyi dari rasa buas yang mengincar hatimu itu.
Kasih…. Haruskah
kau lari dari kenyataan…?? Kau tak harus lari dari perasaan ini, kau dapat
berjalan untuk menikmati hausnya rasa itu. Kau dapat berjalan untuk merasakan
bagaimana buasnya rasa itu menyiksa batinmu. Kau dapat berjalan untuk menikmati
kejamnya rasa itu……. Kau tak perlu berlari…. Kau dapat memilih… kau dapat
memilihnya kasih….
Berlari…. Atau
menikmati…
Dan bila aku
terbangun dari lelapku, aku ingin orang yang pertama kali kulihat adalah dirimu.
Dan bila aku mati…. Aku ingin orang yang terakhir kali kulihat adalah dirimu
juga…!!
Akan kukatakan
kepada seluruh malaikat, bahwa akulah orang yang paling bahagia dibumi, karena
aku bisa menghabiskan nafas terakhirku bersamamu…. Kasih…. Aku bahagia…
Tak pantaslah
jika aku bahagia bila tak bersamamu. janganlah kau bakar rasa itu, tidakkah ini
terlalu indah jika kau hancurkan?? karena hati bukanlah tempat persinggahan,
melainkan tempat untuk tinggal…..!!! Berjanjilah untuk membawaku ke Cherry
Blossom Tunnel. Berjanjilah…..
Janganlah gundah,
gelisah, karena aku takkan pernah pergi, lari darimu…………….!!!!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar