Senin, 16 Mei 2016

Pengakuan



Entah harus berkata apa, entah aku harus bahagia atau justru sebaliknya, setelah kau utarakan perasaanmu yang mungkin selama ini kuragukan kebenarannya, yang hanya kau simpan didalam toples cintamu, dan kau sembunyikan sehinngga tak ada satupun yang tahu dimana kau letakkan toples itu. Setelah kau ucap perasaanmu itu berderailah air mataku… dengan perasaan yang berkecamuk..
Bukankah sudah kukatakan cinta tidaklah buta, cinta itu murni dan fitrah. Maka…. Jagalah kemurnian cinta ini. Entah aku harus bahagia atau malah sebaliknya. Entah aku harus senang karena kita memilih untuk menepikan semua ego yang kita miliki untuk menjaga kemurnian cinta kita ini.. atau malah sedih dengan keadaan yang seperti ini??
Kasih…
Aku tidaklah setegar siti Khadijah dan tidaklah secantik Aisyah aku hanya gadis biasa yang tidak sebanding dengan kebanyakan gadis yang lebih dulu mencintaimu. Tapi aku adalah gadis biasa yang mempunyai impian yang sederhana, mimpi yang ingin dicapainya bersama pemuda yang dicintainya..

Aku hanya butuh kesederhanaan, kesederhanaan cinta, kesederhanaan dalam mencintai, menyayangi dan memberi.. aku butuh separuh hati yang dapat menerimaku apa adanya, menerimaku dengan ketulusan yang sederhana. Tanpa melibatkan ego dari dalam diri kita masing masing. Bagiku itulah cinta yang sederhana……!!

Aku butuh satu toples kasih sayang yang bercampur dengan manisnya cinta. Dan tuanglah seluruh isi toples itu kedalam wadah kekosongan hatiku sehingga penuhlah seluruh rasa manis kebahagiaan ini.

Jagalah cinta yang murni dan fitrah ini. Janganlah kita kotori dengan kenyataan yang perih.. dan akan kujanjikan kita akan bersua disana, tempat yang kita impikan bersama. Takkan berpaling hati ini. Andai aku sekuat dirimu pasti tidaklah berderai air mataku ini. Seharusnya aku senang, bukannya sedih. Bukankah seharusnya aku bahagia kasih..? seperti yang kau ucap saat itu, dan bukankah kau harus bahagia jua..?? apakah rindu ini ada obatnya?? Dapatkah pengobat rindu itu datang kepadaku??

Kau….. Kau adalah orang yang sangat menginspirasiku... hidupku terasa berwarna dan terasa manis jika bersamamu, bukan karena sesuatu yang kau beri untukku tapi karena kerendahan dan kesederhanaan hatimu. Aku kagum….

Pantaskah aku bahagia bila tidak bersamamu? Pantaskah kasih? Hatiku berbisik bahwa tak akan pernah pantas aku bahagia bila itu tak bersamamu…

Jika kau mengharuskanku untuk bahagia, kau harus berbahagia pula. Bersama impian yang kita punya. Dan tak pantaslah jika kau bersedih. Akan ada hari esok yang siap menanti senyummu, akan ada hari esok yang siap menanti ceriamu, akan ada hari esok yang selalu dan selalu siap untuk menyambut kabahagiaanmu. Hapus sedihmu, sekarang bukan waktunya untuk bersedih…. Tersenyumlah….cerialah….dan berbahagialah, karena itulah ciri khas dari dirimu…!!!

Bukankah indah jika kita lalui ini bersama kasih? Menghabiskan setiap hembus nafas bersama, melabuhkan seluruh rasa cinta yang masih tersisa dihati kita..?? bukankah itu terlihat indah kasih?? Hidup bersama dengan orang  yang kita cintai. Orang yang tak akan mungkin pernah kita lepas dari genggaman cinta kita?? Bukankah ini terlihat indah kasih..??  andai kubisa memetik rasa rindu yang kini membuatmu perih itu… pasti akan kupetik dan akan kubagi bersamamu…!!! Sehingga dapat kita rasakan semua keperihan itu bersama sama.

Jika kau bisa memerintahkankuu untuk bahagia, aku harus memerintahkanmu untuk berbahagia jua..!!! rasa yang kini ada, biarlah mencabik cabik segelintir perasaanmu. Hingga rasa itu habis tak tersisa secuilpun… secuilpun. Dan jika kau tak mampu melawan rasa yang buas itu, maka biarkanlah rasa itu menggerogoti hatimu, sehingga tak ada lagi tempat untuk bersembunyi dari rasa buas yang mengincar hatimu itu.

Kasih…. Haruskah kau lari dari kenyataan…?? Kau tak harus lari dari perasaan ini, kau dapat berjalan untuk menikmati hausnya rasa itu. Kau dapat berjalan untuk merasakan bagaimana buasnya rasa itu menyiksa batinmu. Kau dapat berjalan untuk menikmati kejamnya rasa itu……. Kau tak perlu berlari…. Kau dapat memilih… kau dapat memilihnya kasih….
Berlari…. Atau menikmati…

Dan bila aku terbangun dari lelapku, aku ingin orang yang pertama kali kulihat adalah dirimu. Dan bila aku mati…. Aku ingin orang yang terakhir kali kulihat adalah dirimu juga…!!
Akan kukatakan kepada seluruh malaikat, bahwa akulah orang yang paling bahagia dibumi, karena aku bisa menghabiskan nafas terakhirku bersamamu…. Kasih…. Aku bahagia…

Tak pantaslah jika aku bahagia bila tak bersamamu. janganlah kau bakar rasa itu, tidakkah ini terlalu indah jika kau hancurkan?? karena hati bukanlah tempat persinggahan, melainkan tempat untuk tinggal…..!!! Berjanjilah untuk membawaku ke Cherry Blossom Tunnel. Berjanjilah…..

Janganlah gundah, gelisah, karena aku takkan pernah pergi, lari darimu…………….!!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar