Senin, 29 Agustus 2016

Apa Kabar Hatiku??






Apa kabar hatiku??
Apa kau merasa sakit, perih, pedih.. bukankah kau yang membuat rasa      sakit itu sendiri? Lalu mengapa kau bersedih?
Maafkan aku hati, aku telah membuatmu merasakan semua ini.. sesungguhnya aku tak ingin. Sungguh tak ingin
Sejak kau pergi semua terasa berbeda. Dan mulailah bermunculan pertaanyaan pertanyaan dikepala ini. Ya terlalu banyak pertanyaan yang ingin kutanyakan?? Lalu harus kutanyakan pada siapa?
Mengapa...
Kenapa...
Mengapa terjadi padaku?
Kenapa terjadi padaku?
Mengapa aku orangnya?
Mencintaimu apakah sesakit ini?
Mencintaimu apakah seperih ini?
Ketika diriku hanya dapat berkata ikhlaskan sabar dan lupakan saat aku merasa rindu kepadamu.. mungkin diriku akan kubenci suatu saat nanti. Selain harus membenci dunia ini.. ya dunia yang membuat jarak untuk para penikmat rindu kepada sosok yang tidak begitu nyata keberadaannya.dunia yang memberi jarak antara kau dan aku.
Berbagai cacian dan makian dari diri sendiri yang mengatakan diri ini ”BODOH” memang aku bodoh untuk memikirkan rasa ini. Apakah aku terlihat bodoh dengan rasa yang kini menjadi teman disetiap pengembaraanku. tapi sampai saat ini pun aku masih percaya dengan kekuatan doa.
Dan sudah pernah kukatakan aku bukanlah hawa? Aku hanya seorang wanita biasa yang mampu berdoa dan terus mencari jawaban sampai mana aku harus bertahan dengan rasa yang menyiksaku ini???
Sadarlah..
Bangunlah..
aku harus bangun dari mimpi ini..
aku harus melawan ego, melawan rasa itu, walaupun harus mengorbankan hatiku untuk saat ini. Terasa naif memang jika memberontak pada rasa itu.. tapi ini kulakukan untuk kebaikan diriku maupun dirimu juga..
aku akan pergi, menghilang.. dan akan kembali pada saat yang tepat.. aku janji..
andai kau tahu.. aku sedang berjuang.. aku sedang memperjuangkan rasa itu. Memperjuangkannya, sehingga kehidupanku terasa sangat berbeda. Aku baru memulainya. Semoga kau juga sama. J
mungkin kau tak percaya dengan rasa ini? Jika kau tak mempercayai rasa yang ada padaku..? Tapi cobalah untuk lebih percaya dengan dirimu sendiri.
andai kau tahu.. sekarang aku sedang berusaha mencari kesibukan untuk tak memikirkan rasa itu. Apapun kulakukan.
Tragis sekali hidupku ini? Hanya satu pertanyaan “kenapa harus aku?”
Beberapa minggu lalu.. ada seorang wanita. Wanita yang ternyata diam diam menyetalkerku juga. Aku pun tak tau ia siapa? Tapi aku coba menerka sepertinya dia adalah orang yang mencintaimu juga.. ia memperingatiku untuk tak dekat denganmu dan blab la bla..
Dan aku telah mengirimkan file nya di messengger mu... Dan saat itu pula duniaku terasa abu abu. Aku tak pernah ingin dan tak bermaksud menghancurkan hubungan siapapun termasuk kau. Tapi aku akan terus berjuang untuk rasa itu, dengan rasa itu, bersama rasa itu, bersama kenangan itu..
Sakit hati? Menurutku hatiku sakit saat itu. Tapi sudahlah, aku sudah coba untuk menguatkan hatiku.. dan akhirnya aku bisa membujuknya,, sabarlah hati dengan perkataannya.. ya ia sedikit membuatku sakit hati. Tapi aku masih dapat bertahan dengan rasa itu.. walau dengan segala rintangan.. dan harus kau tahu aku bukanlah batu sandungan seperti yang ia katakan..
Aku tahu.. aku tak perlu sedih dengan semua itu.. aku kuat… sabarlah wahai hati,sabarlah wahai diri. Semua ini tak seperti yang kau bayangkan. Ini tak sekejam yang kau bayangkan, semua ini tak akan lama. Tak akan terus begini, dan aku percaya. aku percaya sampai saat ini aku akan tetap berada pada naungan cintaNya begitupun kau.
Jika kau bahagia aku pun sama J
Jangan bersedih.. semua ini akan mudah bagimu.
Jangan bersedih berbahagialah.. berbahagialah…