Apa kau merasa sakit, perih, pedih.. bukankah
kau yang membuat rasa sakit itu
sendiri? Lalu mengapa kau bersedih?
Maafkan aku hati,
aku telah membuatmu merasakan semua ini.. sesungguhnya aku tak ingin. Sungguh tak
ingin
Sejak kau pergi
semua terasa berbeda. Dan mulailah bermunculan pertaanyaan pertanyaan dikepala
ini. Ya terlalu banyak pertanyaan yang ingin kutanyakan?? Lalu harus kutanyakan
pada siapa?
Mengapa...
Kenapa...
Mengapa terjadi
padaku?
Kenapa terjadi
padaku?
Mengapa aku
orangnya?
Mencintaimu apakah
sesakit ini?
Mencintaimu apakah
seperih ini?
Ketika diriku hanya
dapat berkata ikhlaskan sabar dan lupakan saat aku merasa rindu kepadamu..
mungkin diriku akan kubenci suatu saat nanti. Selain harus membenci dunia ini..
ya dunia yang membuat jarak untuk para penikmat rindu kepada sosok yang tidak
begitu nyata keberadaannya.dunia yang memberi jarak antara kau dan aku.
Berbagai cacian dan
makian dari diri sendiri yang mengatakan diri ini ”BODOH” memang aku bodoh
untuk memikirkan rasa ini. Apakah aku terlihat bodoh dengan rasa yang kini
menjadi teman disetiap pengembaraanku. tapi sampai saat ini pun aku masih
percaya dengan kekuatan doa.
Dan sudah pernah
kukatakan aku bukanlah hawa? Aku hanya seorang wanita biasa yang mampu berdoa
dan terus mencari jawaban sampai mana aku harus bertahan dengan rasa yang
menyiksaku ini???
Sadarlah..
Bangunlah..
aku harus bangun
dari mimpi ini..
aku harus melawan
ego, melawan rasa itu, walaupun harus mengorbankan hatiku untuk saat ini. Terasa
naif memang jika memberontak pada rasa itu.. tapi ini kulakukan untuk kebaikan
diriku maupun dirimu juga..
aku akan pergi,
menghilang.. dan akan kembali pada saat yang tepat.. aku janji..
andai kau tahu.. aku
sedang berjuang.. aku sedang memperjuangkan rasa itu. Memperjuangkannya,
sehingga kehidupanku terasa sangat berbeda. Aku baru memulainya. Semoga kau
juga sama. J
mungkin kau tak
percaya dengan rasa ini? Jika kau tak mempercayai rasa yang ada padaku..? Tapi cobalah
untuk lebih percaya dengan dirimu sendiri.
andai kau tahu..
sekarang aku sedang berusaha mencari kesibukan untuk tak memikirkan rasa itu. Apapun
kulakukan.
Tragis sekali
hidupku ini? Hanya satu pertanyaan “kenapa harus aku?”
Beberapa minggu
lalu.. ada seorang wanita. Wanita yang ternyata diam diam menyetalkerku juga. Aku
pun tak tau ia siapa? Tapi aku coba menerka sepertinya dia adalah orang yang
mencintaimu juga.. ia memperingatiku untuk tak dekat denganmu dan blab la bla..
Dan aku telah mengirimkan
file nya di messengger mu... Dan saat itu pula duniaku terasa abu abu. Aku tak
pernah ingin dan tak bermaksud menghancurkan hubungan siapapun termasuk kau. Tapi
aku akan terus berjuang untuk rasa itu, dengan rasa itu, bersama rasa itu,
bersama kenangan itu..
Sakit hati? Menurutku
hatiku sakit saat itu. Tapi sudahlah, aku sudah coba untuk menguatkan hatiku..
dan akhirnya aku bisa membujuknya,, sabarlah hati dengan perkataannya.. ya ia
sedikit membuatku sakit hati. Tapi aku masih dapat bertahan dengan rasa itu.. walau
dengan segala rintangan.. dan harus kau tahu aku bukanlah batu sandungan
seperti yang ia katakan..
Aku tahu.. aku tak
perlu sedih dengan semua itu.. aku kuat… sabarlah wahai hati,sabarlah wahai diri.
Semua ini tak seperti yang kau bayangkan. Ini tak sekejam yang kau bayangkan, semua
ini tak akan lama. Tak akan terus begini, dan aku percaya. aku percaya sampai saat
ini aku akan tetap berada pada naungan cintaNya begitupun kau.
Jika kau bahagia aku
pun sama J
Jangan bersedih..
semua ini akan mudah bagimu.
Jangan bersedih
berbahagialah.. berbahagialah…



